
Salah satu rukun iman yang wajib diyakini setiap muslim adalah beriman kepada kitab-kitab Allah. Umat Islam tidak hanya diwajibkan beriman kepada Al-Qur’an, tetapi juga kepada kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Oleh karena itu, memahami cara mengimani kitab suci Allah selain Al-Qur’an merupakan bagian dari akidah yang tidak boleh diabaikan.
Mengimani kitab selain Al-Qur’an bukan berarti mengamalkan isinya yang telah banyak berubah, melainkan meyakini bahwa kitab tersebut benar-benar pernah diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul-Nya. Dengan keyakinan ini, seorang muslim akan semakin mantap dalam memahami kesempurnaan Al-Qur’an sebagai kitab terakhir yang berlaku sepanjang zaman.
Apa Saja Kitab Suci Allah yang Harus Diimani?
Dalam ajaran Islam, ada empat kitab suci yang wajib diimani:
Al-Qur’an: diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna kitab sebelumnya.
Taurat: diturunkan kepada Nabi Musa AS.
Zabur: diturunkan kepada Nabi Dawud AS.
Injil: diturunkan kepada Nabi Isa AS.
Selain kitab-kitab tersebut, terdapat pula suhuf (lembaran wahyu) yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Musa AS sebelum Taurat. Semua itu menunjukkan bahwa Allah telah memberikan pedoman hidup kepada umat manusia sejak dahulu kala.
Hukum dan Hikmah Mengimani Kitab Suci Allah Selain Al-Qur’an
1. Keyakinan Akan Kebenaran Wahyu
Cara mengimani kitab suci Allah selain Al-Qur’an berarti meyakini bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar diturunkan oleh Allah. Meskipun saat ini teks aslinya banyak yang telah berubah, iman seorang muslim tetap tegak dengan keyakinan terhadap wahyu tersebut.
2. Menambah Rasa Syukur
Dengan mengimani kitab suci yang terdahulu, seorang muslim akan semakin bersyukur karena memiliki Al-Qur’an yang terjaga keasliannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Hijr [15]: 9:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
“Inna nahnu nazzalna dzikra wa inna lahu lahafizhun”
(Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya).
3. Menguatkan Keyakinan Akan Kesempurnaan Islam
Iman kepada kitab-kitab Allah membuat seorang muslim yakin bahwa Islam adalah agama yang menyempurnakan ajaran para nabi sebelumnya. Dengan begitu, pemahaman tentang Islam akan semakin utuh dan kokoh.
Doa yang Berkaitan dengan Iman kepada Kitab Suci Allah
Dalam beriman kepada kitab Allah, seorang muslim dianjurkan untuk selalu berdoa agar diberi keteguhan iman. Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَلَا تَجْعَلْهُ مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا فَنَضِلَّ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Allāhumma arinal-haqqa haqqan warzuqnattibā‘ah, wa arinal-bāthila bāthilan warzuqnajtinābah.”
(Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai kebenaran, dan anugerahkanlah kepada kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu sebagai kebatilan, dan anugerahkanlah kepada kami kemampuan untuk menjauhinya).
Doa ini sejalan dengan makna iman kepada kitab-kitab Allah, yaitu memohon kepada Allah agar selalu diberi petunjuk mengikuti wahyu yang benar.
Cara Praktis Mengimani Kitab Suci Allah Selain Al-Qur’an
Meyakini Turunnya Kitab
Seorang muslim wajib meyakini bahwa Taurat, Zabur, dan Injil benar-benar diturunkan oleh Allah kepada nabi yang dipilih-Nya.
Tidak Mengamalkan Isi Kitab Lama
Mengimani kitab selain Al-Qur’an bukan berarti mengikuti isinya, karena isi kitab-kitab tersebut sudah mengalami perubahan. Pedoman hidup umat Islam hanyalah Al-Qur’an.
Mengamalkan Al-Qur’an Sebagai Penyempurna
Cara mengimani kitab suci Allah selain Al-Qur’an juga berarti mengamalkan ajaran Al-Qur’an sebagai petunjuk terakhir yang menyempurnakan kitab-kitab terdahulu.
Menjadikan Iman sebagai Penguat Tauhid
Dengan mengimani kitab-kitab Allah, seorang muslim semakin yakin bahwa Islam adalah agama terakhir yang menjaga kemurnian tauhid.
BACA JUGA: Mengenal Para Sahabat Nabi Pencatat Wahyu, Penjaga Kemurnian Al-Qur’an Hingga Akhir Zaman
Menanamkan Iman Kepada Anak Sejak Dini
Membiasakan anak memahami rukun iman, termasuk cara mengimani kitab suci Allah selain Al-Qur’an, adalah langkah penting dalam pendidikan Islam. Anak yang tumbuh dengan pemahaman ini akan lebih mudah mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya.
Salah satu cara terbaik menanamkan iman kepada anak adalah dengan membimbing mereka menjadi penghafal Al-Qur’an. Hafalan Al-Qur’an akan menguatkan akidah, membentuk akhlak mulia, serta menjadikan mereka generasi Qur’ani yang bermanfaat.
Daftarkan Anak di PTQ Syekh Ali Jaber
Jika Anda ingin anak tumbuh dengan iman yang kuat dan cinta Al-Qur’an, daftarkanlah mereka di Pesantren Tahfidz Qur’an (PTQ) Syekh Ali Jaber. Pesantren ini memiliki keunggulan yang sangat istimewa, di antaranya:
Kurikulum Menghafal Al-Qur’an Dalam Setahun: Membimbing santri agar fokus dalam menghafal Al-Qur’an secara cepat dan terukur.
Metode Otak: Pendekatan ilmiah yang membantu santri menghafal dengan mudah sesuai daya ingat otak.
Hafalan Syarah Matan Tajwid: Santri tidak hanya hafal ayat, tetapi juga memahami tajwid dengan baik.
Ijazah Al-Qur’an Bersanad ke Rasulullah SAW: Santri mendapat sanad bacaan Al-Qur’an yang bersambung hingga Rasulullah SAW.
Kesempatan Pengambilan Sanad di Madinah: Santri berkesempatan memperdalam ilmu Al-Qur’an langsung di tanah suci.
Dengan keunggulan tersebut, PTQ Syekh Ali Jaber berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang berkompeten, bangga dengan agamanya, dan bermanfaat bagi bangsa serta umat.
Kesimpulan
Mengimani kitab suci Allah selain Al-Qur’an adalah kewajiban setiap muslim. Keyakinan ini membuat kita memahami kesempurnaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup terakhir. Dengan membimbing anak menghafal Al-Qur’an di PTQ Syekh Ali Jaber, kita sedang berinvestasi pada masa depan mereka agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang mulia.
Ayo daftarkan anak Anda sekarang di PTQ Syekh Ali Jaber dan wujudkan cita-cita memiliki keluarga Qur’ani yang berdaya saing global.

