
Setiap kali selesai membaca Al-Qur’an, ada doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk permohonan agar bacaan kita diterima dan memberi manfaat. Doa ini singkat, mudah dihafal, dan punya makna yang dalam untuk siapa pun yang mengamalkannya dengan tulus.
Bacaan Doa Setelah Membaca Al-Qur’an
Doa yang umum dibaca setelah mengkhatamkan atau menyelesaikan sesi membaca Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
Lafal Arab:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Artinya:
“Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.”
Doa ini berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan membaca kalimat ini setiap selesai dari suatu majelis atau aktivitas dzikir, termasuk setelah membaca Al-Qur’an. (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dinilai sahih oleh al-Albani)
Mengapa Penting Membaca Doa Setelah Tilawah
Membaca doa setelah membaca Al-Qur’an bukan sekadar kebiasaan. Ini adalah bentuk adab kepada Allah dan pengakuan bahwa segala kebaikan yang kita rasakan dari tilawah semata-mata datang dari-Nya.
Al-Qur’an sendiri menegaskan keistimewaan orang yang membaca dan merenungi isinya. Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir: 29)
Ayat ini menggandengkan tilawah Al-Qur’an dengan infak di jalan Allah, seolah keduanya adalah amalan yang saling menguatkan.
Adab Lain yang Melengkapi Tilawah
Selain membaca doa, ada beberapa adab sederhana yang bisa membantu anak-anak dan orang dewasa mendapatkan manfaat maksimal dari interaksi mereka dengan Al-Qur’an:
- Berwudhu sebelum menyentuh mushaf, meski membaca tanpa mushaf tetap diperbolehkan.
- Membaca ta’awudz dan basmalah di awal sesi tilawah.
- Membaca dengan tartil, tidak tergesa-gesa, agar makna bisa meresap.
- Menutup sesi dengan doa sebagaimana dijelaskan di atas.
Kebiasaan ini, bila ditanamkan sejak kecil, akan membentuk karakter anak yang menghormati dan mencintai Al-Qur’an sampai dewasa.
Kalau Bunda dan Ayah ingin anak tumbuh dengan kebiasaan tilawah yang kuat sejak dini, lingkungan yang tepat sangat menentukan. Di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Syekh Ali Jaber, anak-anak dibiasakan berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari dalam suasana yang hangat dan terstruktur. Jika ingin tahu lebih lanjut tentang program, kurikulum, dan bagaimana kami membentuk para penghafal Qur’an sejak usia SD dan SMP, tim kami siap berbagi cerita bersama Anda.
Bolehkah Membaca Doa Khusus Khatam Al-Qur’an
Doa setelah khatam Al-Qur’an secara lengkap memang ada dan sudah dipraktikkan sejak lama oleh para ulama salaf. Imam an-Nawawi dalam kitab at-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur’an menyebutkan bahwa para ulama menganjurkan doa khusus saat mengkhatamkan Al-Qur’an, meski tidak ada teks doa yang bersumber langsung dari Nabi dalam hal ini. Praktik ini masuk dalam kategori amal yang dianjurkan berdasarkan atsar para sahabat dan ulama.
Intinya, berdoa setelah khatam adalah amalan yang baik dan tidak perlu ragu untuk dilakukan, cukup dengan doa yang tulus dan sederhana memohon kepada Allah agar Al-Qur’an menjadi cahaya, pembela, dan petunjuk dalam hidup.
BACA JUGA: Kumpulan Ayat Al-Qur’an Tentang Kehidupan yang Menenangkan Hati
Frequently Asked Question
1. Apakah ada doa khusus setelah membaca Al-Qur’an yang diajarkan Nabi?
Doa yang paling sahih dasarnya adalah kalimat tasbih penutup majelis dari hadis Aisyah (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi). Beberapa doa lain yang populer bersumber dari atsar ulama dan dapat diamalkan selama tidak diyakini sebagai sunnah yang wajib.
2. Apakah wajib membaca doa setiap kali selesai tilawah?
Hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun mengamalkannya secara rutin membantu membangun adab yang baik dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pembentukan karakter.
3. Bolehkah anak-anak yang belum hafal doa membaca Al-Qur’an tanpa doa penutup?
Tentu saja boleh. Membaca Al-Qur’an itu sendiri sudah bernilai ibadah yang luar biasa. Doa penutup bisa diajarkan secara bertahap dan tidak perlu dipaksakan di awal.
4. Apakah doa setelah khatam Al-Qur’an berbeda dengan doa setelah tilawah biasa?
Keduanya boleh menggunakan doa yang sama. Untuk khataman, banyak ulama menganjurkan doa yang lebih panjang berisi permohonan agar Al-Qur’an menjadi syafaat, namun teks spesifiknya lebih bersifat anjuran ulama daripada hadis marfu’.
5. Bagaimana cara mengajarkan doa ini kepada anak sejak dini?
Cara paling efektif adalah dengan keteladanan langsung. Biarkan anak melihat orang tua membaca doa setelah tilawah setiap hari. Hafalan akan mengikuti dengan sendirinya seiring kebiasaan yang terbentuk.
Penutup
Doa setelah membaca Al-Qur’an adalah penutup yang indah dari setiap sesi tilawah. Singkat, tapi sarat makna pengakuan dan harap kepada Allah. Semoga setiap bacaan yang kita dan anak-anak kita lakukan hari ini menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.
Jika Bunda dan Ayah rindu melihat buah hati tumbuh dalam naungan Al-Qur’an setiap harinya, Pondok Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber membuka pintu untuk itu. Anda bisa mendukung program tahfidz dan mencetak generasi penghafal Qur’an melalui sedekah jariyah yang insyaAllah pahalanya terus mengalir.
Informasi pendaftaran dan donasi bisa diakses langsung di pendaftaran.ptqsyekhalijaber.com atau hubungi tim kami via WhatsApp di +62 822-4033-4849. Kami dengan senang hati siap menjawab pertanyaan Anda.






