Pentingnya memperkenalkan Al-Qur’an kepada anak sejak usia dini sering kali menjadi pertanyaan bagi banyak orang tua. Bagaimana Cara Mendidik Anak Menghafal Al-Qur’an Sejak Dini dengan cara yang efektif namun tetap menyenangkan? Syekh Ali Jaber Rahimahullah berbagi pengalaman pribadinya yang sangat inspiratif dan bisa menjadi panduan berharga bagi kita semua.
Syekh Ali Jaber menekankan bahwa orang tua harus menjadi contoh kebaikan. Beliau menceritakan pengalamannya ketika putranya masih berusia 3 tahun. Saat beliau membaca Al-Qur’an, anaknya akan duduk dan ikut mendengarkan tanpa pernah diperintahkan untuk membaca.
Selain itu, Syekh Ali Jaber kemudian berkata kepada anaknya, “Saya mau baca ya, ayo baca,” dan membiarkan anaknya memilih surat apa pun yang ingin dibaca. Putranya memilih Al-Fatihah. Momen pentingnya adalah ketika Syekh Ali Jaber menggunakan ponselnya untuk merekam suara putranya saat membaca surat tersebut tanpa disadari oleh anak itu.
Setelah rekaman Surah Al-Fatihah selesai, beliau memainkan kembali suara itu melalui ponselnya, berpura-pura tidak tahu suara siapa yang keluar. Istri beliau datang, dan Syekh Ali Jaber meminta istrinya untuk meneleponnya, sambil membunyikan suara rekaman tersebut. Saat suara itu terdengar, Syekh Ali Jaber bertanya, “Ini suara siapa?” pura-pura tidak tahu. Anaknya langsung menjawab, “Aku”.
Subhanallah, sejak saat itu, putranya yang masih berumur 3 tahun itu selalu membawa ponsel tersebut dan dengan bangga menunjukkannya kepada kakek-neneknya, ibunya, tetangga, bahkan orang yang sedang bekerja di sebelah. Mereka semua menunjukkan rekaman suara putranya sambil berkata, “Ini suara saya, suara saya”. Orang yang mendengar bahkan mengira itu suara anak umur 10 tahun, padahal usianya baru 3 tahun.
Metode ini, yang Syekh Ali Jaber pelajari dari gurunya—yang anaknya berhasil menghafal 30 juz pada usia 5 tahun—sangat sederhana namun powerful. Kuncinya adalah: rekam suara anak, kemudian biarkan anak membawa dan mendengarkan rekamannya sendiri. Inilah salah satu yang “membuat perubahan dalam perasaan hati anak kita”. Anak akan merasa bangga dan lebih termotivasi untuk terus mendengarkan dan mengulang hafalan mereka.
Bukti keberhasilan metode ini terlihat pada putra Syekh Ali Jaber sendiri, yang pada tanggal 11 November 2011, di usia 11 tahun, telah menghafal 11 juz Al-Qur’an. Pendekatan ini adalah Cara Mendidik Anak Menghafal Al-Qur’an Sejak Dini yang efektif karena menciptakan koneksi emosional dengan Al-Qur’an melalui kebanggaan diri anak.
