
Surah Makkiyah adalah surah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebelum beliau hijrah ke Madinah, sementara surah Madaniyah adalah surah yang diturunkan setelah peristiwa hijrah tersebut. Ini adalah pembagian mendasar dalam ilmu Al-Qur’an yang penting dipahami oleh setiap Muslim, khususnya para penghafal Al-Qur’an.
Memahami perbedaan keduanya bukan sekadar hafalan akademis. Di baliknya tersimpan hikmah besar tentang bagaimana Allah menurunkan wahyu secara bertahap sesuai kebutuhan umat Islam di setiap fase perjuangan dakwah.
Apa Itu Surah Makkiyah
Surah Makkiyah mencakup seluruh ayat yang Allah turunkan kepada Nabi ﷺ sejak awal kenabian hingga sebelum hijrah ke Madinah, kira-kira selama 13 tahun. Periode ini adalah masa pembinaan akidah, ketika kaum muslimin masih minoritas dan berada di tengah tekanan kaum musyrik Quraisy.
Ciri khas surah Makkiyah antara lain:
- Ayat-ayatnya umumnya pendek dan padat
- Tema utamanya adalah tauhid, hari kiamat, dan penguatan iman
- Banyak mengandung seruan “يَا أَيُّهَا النَّاسُ” (wahai manusia)
- Mengandung banyak kisah para nabi sebagai penguat hati orang beriman
Allah berfirman dalam salah satu surah Makkiyah, yaitu Al-Ikhlas ayat 1-4:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”
Ayat ini adalah inti dari dakwah Makkah, yaitu memurnikan tauhid di tengah masyarakat yang dipenuhi penyembahan berhala.
Apa Itu Surah Madaniyah
Surah Madaniyah adalah surah yang turun setelah Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, mencakup periode sekitar 10 tahun hingga wafatnya beliau. Pada fase ini, Islam telah memiliki komunitas yang lebih kuat, sehingga wahyu yang turun lebih banyak membahas hukum, ibadah, muamalah, dan tata kelola kehidupan bermasyarakat.
Ciri khas surah Madaniyah antara lain:
- Ayat-ayatnya cenderung lebih panjang
- Tema utamanya adalah syariat, hukum pidana, pernikahan, warisan, dan hubungan antarnegara
- Banyak mengandung seruan “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا” (wahai orang-orang yang beriman)
- Membahas hubungan dengan Ahli Kitab dan orang-orang munafik
Contoh yang paling jelas adalah surah Al-Baqarah, surah terpanjang dalam Al-Qur’an yang turun di Madinah dan memuat berbagai hukum Islam secara rinci, termasuk perintah puasa, haji, dan aturan riba.
Hikmah Pembagian Makkiyah dan Madaniyah
Pembagian ini bukan sekadar kategorisasi ilmiah. Ada pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita sehari-hari.
Pertama, Allah mendidik umat Islam secara bertahap. Akidah dibangun dahulu sebelum hukum ditegakkan. Ini mengajarkan bahwa fondasi iman harus kokoh sebelum seseorang mampu menjalankan syariat dengan ikhlas.
Kedua, memahami asbabun nuzul (sebab turunnya ayat) menjadi lebih mudah ketika kita tahu apakah suatu surah turun di Mekah atau Madinah. Ini sangat membantu dalam memahami tafsir Al-Qur’an secara benar.
Ketiga, bagi para penghafal Al-Qur’an, mengetahui pembagian ini memperkaya pemahaman terhadap setiap surah yang mereka hafalkan. Hafalan yang disertai pemahaman akan jauh lebih kuat dan berkesan.
Di sinilah peran lembaga tahfidz seperti Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber menjadi sangat penting. Program tahfidz yang baik tidak hanya mengajarkan anak untuk menghafal lafal, tetapi juga membimbing mereka memahami ilmu-ilmu Al-Qur’an seperti pembagian Makkiyah dan Madaniyah, serta tafsir dasar setiap surah yang mereka pelajari.
Jika Anda ingin anak Anda tumbuh menjadi penghafal Al-Qur’an yang paham, bukan sekadar hafal, mendukung program tahfidz adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah)
BACA JUGA: Tajwid yang Ada di Surat Al Maidah Ayat 48, Panduan Lengkap untuk Tilawah yang Benar
Cara Mudah Membedakan Surah Makkiyah dan Madaniyah
Para ulama menetapkan tiga pendekatan untuk membedakan keduanya:
Berdasarkan waktu turunnya — ini adalah pendapat yang paling banyak digunakan. Sebelum hijrah adalah Makkiyah, setelah hijrah adalah Madaniyah.
Berdasarkan tempat turunnya — ayat yang turun di Mekah dan sekitarnya (termasuk Arafah dan Hudaibiyah) disebut Makkiyah.
Berdasarkan objek yang diajak bicara — ayat yang secara langsung ditujukan kepada penduduk Mekah disebut Makkiyah, dan sebaliknya.
Dari ketiga pendekatan ini, pendekatan berdasarkan waktu (sebelum dan sesudah hijrah) adalah yang paling kuat secara metodologi ilmu ulumul qur’an.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah ada surah yang mengandung ayat Makkiyah dan Madaniyah sekaligus?
Ada. Beberapa surah mengandung campuran keduanya karena turunnya tidak sekaligus. Misalnya, surah Al-A’raf secara keseluruhan adalah Makkiyah, tetapi beberapa ayat di dalamnya diyakini turun di Madinah.
Berapa jumlah surah Makkiyah dan Madaniyah dalam Al-Qur’an?
Secara umum, para ulama menyebut sekitar 86 surah termasuk Makkiyah dan 28 surah termasuk Madaniyah, meskipun ada perbedaan pendapat pada beberapa surah yang masih diperdebatkan.
Mengapa penting mengetahui suatu surah itu Makkiyah atau Madaniyah?
Karena pengetahuan ini membantu kita memahami konteks turunnya ayat, menafsirkan Al-Qur’an dengan lebih tepat, dan memahami urutan pembinaan Islam secara historis.
Apakah surah Al-Fatihah termasuk Makkiyah atau Madaniyah?
Mayoritas ulama berpendapat Al-Fatihah adalah surah Makkiyah karena turun sebelum hijrah, meskipun ada sebagian kecil ulama yang berpendapat lain.
Apakah ada hadis yang menyebut pembagian Makkiyah dan Madaniyah?
Tidak ada hadis yang secara spesifik menyebut istilah ini, tetapi para sahabat Nabi ﷺ meriwayatkan banyak informasi tentang waktu dan tempat turunnya setiap surah, dan dari riwayat-riwayat itulah ulama menyusun ilmu ini.
Penutup
Memahami pengertian surah Makkiyah dan Madaniyah adalah langkah awal yang sangat berharga dalam perjalanan mengenal Al-Qur’an lebih dalam. Dan perjalanan itu akan jauh lebih bermakna ketika dimulai sejak dini, dalam lingkungan yang tepat, bersama para pengajar yang berpengalaman.
Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber hadir untuk menemani perjalanan itu. Program tahfidz kami dirancang agar setiap santri tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga memiliki pemahaman yang kokoh terhadap ilmu-ilmu Al-Qur’an.
Anda bisa turut ambil bagian dalam misi mulia ini dengan menjadi bagian dari donatur program tahfidz kami. Setiap rupiah yang Anda sedekahkan adalah investasi pahala yang insyaAllah terus mengalir, selama ada satu santri yang berhasil menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an karena dukungan Anda.
Untuk informasi pendaftaran santri atau donasi, kunjungi pendaftaran.ptqsyekhalijaber.com atau hubungi admin kami langsung melalui WhatsApp di +62 822-4033-4849.






