
Solat subuh terdiri dari dua rakaat dan dikerjakan sejak terbit fajar shadiq hingga sebelum matahari terbit. Berikut panduan lengkap tata cara solat subuh beserta bacaan arabnya, mulai dari niat hingga salam, yang bisa dipelajari orang tua bersama putra-putrinya di rumah.
Keutamaan Solat Subuh yang Perlu Diketahui
Sebelum masuk ke praktiknya, penting bagi kita memahami mengapa solat subuh begitu istimewa.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Dirikanlah solat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan dirikanlah pula solat Subuh. Sesungguhnya solat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat.” (QS. Al-Isra: 78)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ
“Barang siapa yang mengerjakan solat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.” (HR. Muslim, no. 657)
Persiapan Sebelum Solat Subuh
Sebelum memulai solat, pastikan beberapa hal ini sudah terpenuhi:
- Suci dari hadas besar dan kecil dengan berwudu atau mandi wajib bila diperlukan
- Pakaian dan tempat solat bersih dari najis
- Menghadap kiblat dengan yakin atau perkiraan terbaik
- Mengetahui waktu solat subuh sudah masuk, yaitu sejak terbit fajar shadiq
Tata Cara Solat Subuh Rakaat Pertama
1. Niat
Niat diucapkan dalam hati. Boleh dilafazkan secara lirih:
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
“Saya niat solat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah Ta’ala.”
2. Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu, lalu ucapkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ
“Allah Maha Besar.”
3. Doa Iftitah
Dibaca lirih setelah takbir:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan embun.” (HR. Bukhari, no. 744)
4. Membaca Surah Al-Fatihah
Wajib dibaca di setiap rakaat:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”
Setelah selesai, ucapkan “Aamiin.”
5. Membaca Surah Setelah Al-Fatihah
Pada rakaat pertama dianjurkan membaca surah yang agak panjang. Pada rakaat kedua boleh lebih pendek. Bisa membaca surah Al-Ikhlas sebagai contoh:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
6. Rukuk
Ucapkan takbir sambil membungkuk dengan punggung lurus. Baca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya.”
Dibaca minimal tiga kali.
7. I’tidal
Bangkit dari rukuk sambil mengucapkan:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Lalu dalam posisi berdiri tegak baca:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
“Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala pujian, pujian yang banyak, yang baik, dan yang diberkahi.”
8. Sujud Pertama
Turun ke sujud dengan tertib, dahi dan hidung menyentuh lantai. Bacaan sujud:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya.”
Dibaca minimal tiga kali.
9. Duduk di Antara Dua Sujud
Baca:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”
10. Sujud Kedua
Sama dengan sujud pertama, lalu bangkit untuk rakaat kedua.
BACA JUGA: Kutipan Ayat Al-Qur’an yang Indah dan Maknanya yang Menyentuh Hati
Tata Cara Solat Subuh Rakaat Kedua
Rakaat kedua mengikuti urutan yang sama mulai dari Al-Fatihah, surah pendek, rukuk, i’tidal, hingga dua sujud. Setelah sujud kedua rakaat ini, langsung masuk ke tasyahud akhir.
Tasyahud Akhir
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ. اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
“Segala kehormatan, keberkahan, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Shalawat Nabi
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Salam
Menoleh ke kanan:
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
“Semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah kepada kalian.”
Lalu menoleh ke kiri dengan ucapan yang sama. Solat subuh selesai.
Sunah Setelah Solat Subuh
Setelah salam, dianjurkan untuk tidak langsung beranjak. Perbanyak dzikir, istighfar, dan doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang solat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu solat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi, no. 586, dinyatakan hasan oleh Al-Albani)
Bagi Bapak dan Ibu yang sedang mendampingi anak belajar solat, momen mengajarkan gerakan dan bacaan ini adalah investasi terbaik dalam hidup seorang anak. Bila Anda ingin anak mendapat bimbingan yang lebih terstruktur, termasuk hafalan Al-Qur’an sejak dini, Pondok Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber hadir untuk menjadi mitra perjalanan terbaik keluarga Anda. Sedekah Anda untuk mendukung program tahfidz anak-anak usia SD-SMP adalah amal yang pahalanya terus mengalir, karena setiap ayat yang mereka hafal adalah warisan yang tidak akan pernah sirna.
FAQ Seputar Tata Cara Solat Subuh
1. Apakah solat subuh boleh dikerjakan sendirian atau harus berjamaah?
Solat subuh sah dikerjakan sendirian, namun berjamaah di masjid lebih utama dan memiliki keutamaan berlipat ganda, terutama bagi laki-laki.
2. Apa perbedaan solat subuh dengan solat fajar atau qabliyah subuh?
Solat fajar atau qabliyah subuh adalah solat sunah dua rakaat yang dikerjakan sebelum solat subuh (fardu). Keduanya berbeda, dan qabliyah subuh termasuk sunah muakkadah yang sangat dianjurkan Nabi.
3. Bagaimana jika tertidur dan melewatkan waktu subuh?
Solat wajib segera diqadha saat bangun atau sadar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa tidak ada kelalaian bagi orang yang tertidur, kelalaian hanya bagi yang sengaja menunda hingga masuk waktu solat berikutnya. (HR. Muslim, no. 684)
4. Berapa lama waktu solat subuh berlangsung?
Waktu solat subuh dimulai dari terbit fajar shadiq dan berakhir tepat saat matahari terbit. Durasi ini bervariasi tergantung lokasi dan musim, namun umumnya sekitar 60-90 menit.
5. Apakah anak-anak wajib solat subuh?
Anak yang belum baligh belum terkena kewajiban, namun sangat dianjurkan mulai dilatih sejak usia 7 tahun dan diperintahkan dengan tegas sejak usia 10 tahun, sebagaimana hadis riwayat Abu Dawud (no. 495).
Penutup
Mengajarkan solat subuh kepada anak sejak dini adalah salah satu bekal terbaik yang bisa orang tua berikan. Dan ketika anak-anak itu tumbuh menjadi penghafal Al-Qur’an, doa mereka adalah cahaya yang menerangi keluarga hingga hari kiamat.
Jika Bapak dan Ibu ingin anak mendapat pembinaan tahfidz Al-Qur’an yang terpadu, mulai dari hafalan, akhlak, hingga pembiasaan solat berjamaah, Pondok Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber membuka pendaftaran untuk santri usia SD hingga SMP. Dukung program ini, jadikan sedekah Anda sebagai amal jariyah yang terus mengalir meski kita telah tiada.
Informasi lengkap dan pendaftaran online dapat diakses melalui pendaftaran.ptqsyekhalijaber.com
Untuk konsultasi langsung, hubungi admin kami di WhatsApp +62 822-4033-4849






