
Dalam upaya memperluas syiar ilmu ulumul Qur’an dan mencetak generasi penghafal yang mutqin (kuat hafalan dan tajwidnya), Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber secara konsisten menjalankan program strategis Pengambilan Sanad Qira’ah. Berbeda dengan kajian internal pada umumnya, program tingkat lanjut ini disiarkan secara terbuka agar dapat diakses oleh masyarakat luas dari berbagai penjuru dunia.
Langkah ini diambil sebagai wujud nyata komitmen pesantren dalam menjaga kemurnian silsilah periwayatan Al-Qur’an yang bersambung langsung kepada Rasulullah SAW. Melalui metode talaqqi dan musyafahah (bertemu langsung antara guru dan murid), program ini diharapkan dapat mengedukasi umat tentang pentingnya orisinalitas bacaan Al-Qur’an.
Komitmen Menjaga Kemurnian Riwayat Al-Qur’an di Era Digital
Di lingkungan pesantren, kepemilikan sanad merupakan sebuah sertifikasi keilmuan tertinggi bagi seorang hafiz atau hafizah. Proses untuk mendapatkannya membutuhkan ketelitian luar biasa, di mana setiap huruf, makhraj, panjang-pendek (mad), hingga cara waqaf (berhenti) dinilai secara ketat oleh guru yang telah memiliki sanad sebelumnya.
Melalui integrasi teknologi digital, Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber membuka pintu majelis ilmu ini lebar-lebar. Umat Muslim kini tidak hanya bertindak sebagai penonton, melainkan dapat menyimak kualitas bacaan berstandar sanad yang sedang disetorkan oleh para asatidzah dan santri pilihan.
BACA JUGA: PTQ Syekh Ali Jaber Gelar Ujian Semester 2, Evaluasi Hafalan dan Pengetahuan Para Santri
Membedah Dua Sesi Intensif Qira’ah Imam Hamzah
Berdasarkan laporan harian dari tim pelaksana, program pengambilan sanad yang berlangsung saat ini berfokus pada Qira’ah Imam Hamzah, salah satu mazhab qira’at mutawatir yang memiliki karakteristik unik dalam pelafalan ayat. Program ini dibagi ke dalam dua sesi intensif setiap harinya:
Sesi Pertama: Pendalaman Riwayat Imam Khalaf

Majelis dibuka pada pagi hari, tepat pukul 07.30 WIB hingga selesai. Sesi pertama ini menghadirkan Ustz. Siti Nuriah, S.Hum sebagai pembaca utama. Fokus pada sesi ini adalah penyetoran dan pemantapan bacaan berdasarkan Riwayat Imam Khalaf, yang dikenal memiliki kaidah khusus dalam hukum-hukum tajwid tertentu, seperti sakt dan imalah.
Sesi Kedua: Pemantapan Qira’ah Imam Hamzah

Berlanjut pada pukul 08.30 WIB hingga selesai, sesi kedua dipandu oleh Umamah An-Nadhira. Sesi ini berfokus pada penguatan aplikasi Qira’ah Imam Hamzah secara makro. Kehadiran dua sesi harian ini menjadi bukti konsistensi pesantren dalam menyediakan wadah edukasi Al-Qur’an yang berkelanjutan bagi publik.
Sesi Ketiga: Komparasi Qira’ah Imam Al-Kisa’i & Imam Ashim Riwayat Syu’bah (Pukul 08.30 WIB)

Di waktu yang sama, terdapat sesi yang tak kalah menarik yang dibawakan oleh Richard Putra Branly & Rayhan Fauzi Ramdhan. Sesi ini menyetorkan dua jenis bacaan sekaligus, yaitu Qira’ah Imam Al-Kisa’i dan Qira’ah Imam Ashim Riwayat Syu’bah. Sesi ini menjadi ajang edukasi yang sangat berharga bagi publik untuk melihat perbedaan karakteristik antar qira’at.
BACA JUGA: Ayat Al-Qur’an Tentang Tahun Baru Islam & Makna Hijrah Sejati
Akses Penyiaran Majelis Sanad
Bagi publik yang ingin ikut serta meraih keberkahan majelis ilmu ini, Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber menyiarkan seluruh rangkaian acara secara langsung (Live Streaming) setiap hari.
Masyarakat dapat mengakses siaran tersebut melalui kanal resmi YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber. Informasi perkembangan capaian program, dokumentasi, serta rangkuman materi tajwid juga diperbarui secara berkala melalui platform digital resmi pesantren.
Dengan adanya program ini, pihak pesantren berharap pemahaman umat terhadap Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada tingkat hafalan, melainkan meningkat hingga pemahaman riwayat yang sahih dan presisi.





