
Tanda baca dalam Al Quran membantu pembaca mengetahui bagaimana sebuah huruf dilafalkan, apakah berbunyi a, i, u, dibaca mati, didengungkan, atau dipanjangkan. Memahami tanda-tanda dasar ini menjadi salah satu langkah awal yang penting agar seseorang dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih benar dan tartil.
Dalam pembelajaran Al-Qur’an, tanda baca dasar sering disebut sebagai harakat dan tanda yang membantu menentukan bunyi huruf. Selain itu, mushaf juga memiliki tanda waqaf yang berfungsi memberi petunjuk ketika pembaca hendak berhenti atau melanjutkan bacaan.
Mengapa Tanda Baca dalam Al Quran Penting Dipelajari
Tanda baca membantu membedakan cara melafalkan huruf hijaiyah. Satu huruf yang sama dapat memiliki bunyi berbeda ketika diberi fathah, kasrah, dhammah, sukun, atau tanda lainnya.
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil.
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Artinya
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.”
Tartil bukan sekadar membaca dengan suara perlahan. Tartil juga berkaitan dengan membaca secara jelas, memperhatikan huruf, panjang pendek bacaan, dan kaidah yang menyertainya.
Rasulullah SAW juga bersabda
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
HR Bukhari
Karena itu, mempelajari dasar bacaan Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang Muslim untuk semakin dekat dengan kitab Allah.
10 Tanda Baca dalam Al Quran dan Cara Membacanya
Berikut sepuluh tanda yang umum dipelajari pada tahap dasar membaca Al-Qur’an.
1. Fathah
Fathah memiliki bentuk garis kecil di atas huruf seperti َ dan menghasilkan bunyi vokal a.
Contohnya بَ dibaca ba dan تَ dibaca ta.
2. Kasrah
Kasrah berbentuk garis kecil di bawah huruf seperti ِ dan memberikan bunyi vokal i.
Contohnya بِ dibaca bi dan تِ dibaca ti.
3. Dhammah
Dhammah berbentuk seperti waw kecil di atas huruf seperti ُ dan menghasilkan bunyi u.
Contohnya بُ dibaca bu dan تُ dibaca tu.
4. Fathatain
Fathatain merupakan dua tanda fathah seperti ً. Tanda ini menghasilkan bunyi an pada kondisi bacaan tertentu.
Contohnya كِتَابًا yang pada saat dibaca sambung memiliki bunyi tanwin pada bagian akhirnya.
5. Kasratain
Kasratain berbentuk dua kasrah seperti ٍ dan menghasilkan bunyi in ketika dibaca sambung sesuai kaidahnya.
Tanda ini biasanya ditemukan pada akhir kata dalam Al-Qur’an.
6. Dhammatain
Dhammatain berbentuk dua dhammah seperti ٌ dan menghasilkan bunyi un ketika dibaca sambung.
Fathatain, kasratain, dan dhammatain dikenal sebagai tanda tanwin.
7. Sukun
Sukun ditandai dengan simbol ْ di atas huruf. Huruf yang memiliki sukun dibaca mati atau tidak memiliki vokal setelahnya.
Contohnya مِنْ. Huruf nun pada akhir kata tersebut memiliki tanda sukun.
8. Tasydid
Tasydid memiliki bentuk ّ dan menunjukkan bahwa sebuah huruf dibaca dengan penekanan atau seolah terdiri atas dua huruf yang sama.
Contohnya إِنَّ. Huruf nun pada kata tersebut dibaca lebih kuat karena memiliki tasydid.
9. Tanda Mad
Tanda mad menunjukkan adanya bacaan yang perlu dipanjangkan. Dalam mushaf, bentuk dan panjang bacaan mad dapat berbeda sesuai jenis serta kaidah tajwid yang berlaku.
Karena itu, mempelajari mad sebaiknya tidak hanya melalui tulisan. Bimbingan guru membantu santri mendengar secara langsung berapa panjang suatu bacaan dan bagaimana melafalkannya dengan tepat.
10. Hamzah Washal
Hamzah washal biasanya ditulis dengan bentuk ٱ. Hamzah ini memiliki aturan khusus karena dapat dibaca ketika seseorang memulai dari kata tersebut dan dapat tidak terdengar ketika bacaannya disambungkan dari kata sebelumnya.
Pemahaman tentang hamzah washal biasanya berkembang seiring seseorang semakin rutin mempelajari bacaan Al-Qur’an bersama guru.
BACA JUGA: 10 Ayat Terakhir Surat Ali Imran, Keutamaan dan Kisah Nabi Membacanya di Malam Hari
Belajar Membaca Al-Qur’an Membutuhkan Proses dan Pendampingan
Mengenal simbol dalam mushaf merupakan langkah awal. Setelah itu, pembaca perlu mempelajari makhraj huruf, sifat huruf, hukum nun mati dan tanwin, hukum mim mati, mad, hingga berbagai aturan tajwid lainnya.
Pembelajaran bersama guru juga membantu memperbaiki kesalahan yang terkadang tidak disadari ketika seseorang belajar sendiri.
Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendekatkan santri dengan Al-Qur’an melalui pembelajaran dan pembinaan tahfidz. Bagi masyarakat yang ingin mengambil bagian dalam perjuangan pendidikan para penghafal Al-Qur’an, sedekah untuk mendukung kebutuhan program tahfidz dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar menghadirkan manfaat yang terus mengalir.
FAQ Seputar Tanda Baca Al-Qur’an
Apa fungsi tanda baca pada Al-Qur’an
Tanda baca membantu menunjukkan cara sebuah huruf atau kata dilafalkan. Harakat dapat menentukan bunyi vokal, sedangkan tanda tertentu lainnya membantu menunjukkan bacaan mati, penekanan, atau panjang bacaan.
Apa perbedaan harakat dan tanda waqaf
Harakat berkaitan dengan cara suatu huruf dilafalkan. Tanda waqaf memberikan petunjuk mengenai tempat berhenti atau melanjutkan bacaan ketika membaca ayat Al-Qur’an.
Apa saja harakat dasar dalam Al-Qur’an
Harakat paling dasar adalah fathah, kasrah, dan dhammah. Setelah memahami ketiganya, pembelajar biasanya mulai mengenal sukun, tasydid, tanwin, dan berbagai tanda bacaan lainnya.
Apakah cukup belajar tanda baca untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan benar
Belum. Pembaca juga perlu memahami makhraj huruf dan ilmu tajwid agar pelafalan, panjang pendek, dengung, serta hukum bacaan lainnya dapat diterapkan dengan tepat.
Bagaimana cara paling baik belajar membaca Al-Qur’an
Belajar secara bertahap bersama guru yang memahami tajwid merupakan pilihan yang baik. Guru dapat memberikan contoh pelafalan sekaligus mengoreksi bacaan secara langsung.
Menjaga Kedekatan dengan Al-Qur’an
Memahami tanda baca dalam Al Quran adalah salah satu pintu awal untuk membaca kalam Allah dengan lebih baik. Dari mengenali fathah hingga memahami tanda mad, setiap tahap pembelajaran membantu seorang Muslim semakin terbiasa membaca Al-Qur’an secara tartil.
Di saat yang sama, kita juga dapat ikut membantu lahirnya generasi yang tumbuh bersama Al-Qur’an. Sedekah untuk mendukung pendidikan dan pembinaan santri tahfidz dapat menjadi ikhtiar kebaikan serta harapan akan pahala yang terus mengalir selama manfaatnya tetap dirasakan.
Informasi pendaftaran dan dukungan program Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber dapat diakses melalui pendaftaran.ptqsyekhalijaber.com.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi WhatsApp Admin di +62 822-4033-4849.







